Bawang merah, atau Allium ascalonicum L., merupakan tanaman hias penting yang telah dibudidayakan secara ekstensif. Kumpulan rempah-rempah yang tidak dapat disubstitusi dan dijadikan sebagai sumber pangan dan obat tradisional dalam pengertian ini disebut sebagai komoditas hortikultura. Pada bulan Februari dan April 2022, penelitian ini dilakukan di Desa Darma, Kecamatan Polewali Mandar, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aplikasi Trichoderma dan interval waktu mempengaruhi perkembangan dan hasil bawang merah. Pola faktorial dan campuran enam taraf—20 gram per tanaman, 30 gram per tanaman, 40 gram per tanaman, 5 hari, 10 hari, dan 15 hari—digunakan dalam metodologi Rancangan Acak Kelompok (RAK) penelitian ini. Setiap unit penelitian memiliki delapan tab, sehingga total 216 tab, yang diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan total 27 unit penelitian. Temuan menunjukkan bahwa hanya satu teknik yang menawarkan keuntungan penting untuk metrik tinggi tanaman dalam pupuk T3 Trichoderma 40 gram yang ditanam selama akuisisi T3 Trichoderma sp. dan untuk jangka waktu yang lama.
Copyrights © 2024