ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Vol. 4 No. 1 (2023): Mei

Transformasi Budaya Sebagai Pendekatan Misi Kontekstual Berdasarkan Kisah Rasul 17:16-43

Benyamin Buli (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Mar 2025

Abstract

Abstract:The Bible and culture have a meeting point, then go hand in hand continuously in the task of reaching lost humans, and both of them nurture humans in the Love of Christ until the second coming of Jesus, to bring His redeemed people into the kingdom of heaven and eternal life for forever. Paul in reaching out to the Athenians. He didn't immediately blame them, because the object of their worship was wrong. Precisely Paul saw from the other side, namely, their obedience and sincerity in worship. Now Paul begins to introduce the real object of their worship, which is the God of the universe and the God who created all things. God who deserves to be worshiped by all His creation. While the way of worship is not mentioned. Paul wanted them to worship God who made the heavens and the earth, without changing their way of worship. Because basically, they have worshiped in earnest, but not to the God they know, but to an unknown God according to one of the writings that Paul read. Even if on another occasion, there is a change in the way they worship God, the way they build the altar, let it happen naturally, in line with their knowledge of God.Keywords: Transformation, Culture, Approach, Mission, ContextualAbstrak: Injil dan kebudayaan mempunyai titik temu, lalu berjalan beriringan secara berkesinambungan dalam tugas menjangkau manusia yang hilang, dan sama-sama memelihara manusia dalam Kasih Kristus hingga kedatangan Yesus yang kedua kali, untuk membawa umat tebusan-Nya masuk ke dalam kerajaan surga dan hidup kekal untuk selama-lamanya. Paulus dalam menjangkau orang-orang Atena. Dia tidak langsung mempersalahkan mereka, karena objek penyembahan mereka yang salah itu. Justru Paulus melihat dari sisi lain yaitu, Ketaatan dan kesungguh-sungguhan mereka dalam penyembahan itu. Sekarang Paulus mulai memperkenalkan objek penyembahan mereka yang sesungguhnya, yaitu Allah semesta alam dan Allah yang menciptakan segala sesuatu. Allah yang patut disembah oleh segala ciptaan-Nya. Sedangkan cara penyembahannya tidak disinggung. Paulus mau, agar mereka menyembah Allah yang menjadikan langit dan bumi, tanpa mengubah cara penyembahan mereka. Sebab pada dasarnya, mereka sudah menyembah dengan sungguh-sungguh, tetapi bukan kepada Allah yang mereka kenal, tetapi kepada Allah yang tidak dikenal sesuai dengan salah satu tulisan yang Paulus bacakan. Kalaupun pada kesempatan lain, ada perubahan cara penyembahan mereka kepada Allah, cara mereka mendirikan Mezbah, biarlah hal itu terjadi secara alamiah, seiring dengan pengenalan mereka terhadap Allah.Kata kunci: Tranformasi, Budaya, Pendekatan, Misi, Kontekstual

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

ichtus

Publisher

Subject

Religion

Description

ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Kristiani yang diterbikan oleh. Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk ...