Masalah global seperti pertumbuhan penduduk, kekurangan pangan, keamanan pasokan bahan pangan, dan perubahan iklim semakin menjadi perhatian. Latar Belakang: Artikel ini membahas bagaimana pembangunan berkelanjutan dianggap sebagai pendekatan yang mendukung ekologi lanskap. Perencana kota di masa depan dihadapkan pada tantangan melindungi kota hijau, mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan, dan mewujudkan keadilan sosial. Metode: Penulis memanfaatkan berbagai literatur untuk menyusun bangunan artikel ini. Temuan: Pertanian perkotaan di negara berkembang diadopsi sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk perkotaan. Peran pertanian perkotaan dalam praktiknya mengaplikasikan seluruh tujuan sustainable development goals (SDGs) dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, kecuali pada ekosistem lautan. Indikator sosial dalam tujuan pembangunan sosial SDGs dari pertanian perkotaan yang dapat ditemukan adalah ketenagakerjaan, penyediaan bahan pangan, kesejahteraan masyarakat, tingkat pendidikan, peran perempuan, dan bentuk komunitas. Indikator ekonomi dalam tujuan pembangunan ekonomi SDGs dari pertanian perkotaan yang dapat ditemukan adalah jangkauan bahan pangan di pasar, status pekerjaan, kepemilikan lahan, subsidi pangan, dan akses kredit. Indikator lingkungan dalam tujuan pembangunan sosial SDGs dari pertanian perkotaan yang dapat ditemukan adalah penyimpanan air, penggunaan lahan, pengurangan produksi emisi, regulasi iklim mikro, dan biodiversitas. Kesimpulan: Praktik pertanian perkotaan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Kebaruan/Orisinalitas artikel ini: Penelitian ini memperlihatkan hubungan yang tidak terpisahkan antara pertanian di ruang kota dan pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2024