Dunia pendidikan akan selalu berkembang mengikuti perubahan yang terjadi pada masyarakat, seperti pada era revolusi 4.0 dimana peserta didik dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, dapat berkomunikasi, bekerja sama, dan kreatif. Kemampuan berpikir kritis salah satunya berupa kemampuan dalam menganalisis. Berdasarkan hasil observasi awal kemampuan analisis materi IPS pada peserta didik kelas VII 2 SMP Negeri 1 Kuta masih rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan penerapan model pembelajaran guided discovery learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisis pada peserta didik kelas VII 2 di SMP Negeri 1 Kuta. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), dengan model Kemmis & Taggart. Subjek penelitian yakni peserta didik kelas VII 2 SMP N 1 Kuta sebanyak 28 orang peserta didik. Penelitian ini berlangsung dalam 3 siklus, dalam satu siklus terdapat satu kali pertemuan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kualitatif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini apabila hasil observasi aktivitas peserta didik diakhir siklus berada dalam kategori tinggi (75%-79%) atau sangat tinggi (>80%). Peningkatan kemampuan analisis peserta didik dari siklus I hingga siklus III yaitu 60,71%, 75%, dan 89,29% yang berarti kriteria sangat tinggi.
Copyrights © 2022