Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Teknik observasi dan teknik wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak kelompok A. Berdasarkan hasil penelitian peningkatan motivasi belajar anak melalui strategi Icebreaker digambarkan sebagai berikut: 1) Perencanaan pembelajaran pada siklus I sebesar 56,25% dan meningkat pada siklus II menjadi 76,15%. 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar melalui strategi Icebreaker pada siklus I sebesar 58,03% dan meningkat pada siklus II menjadi 78,56%. 3) Untuk aspek memusatkan perhatian dalam proses pembelajaran pada siklus I, anak yang Berkembang Sesuai Harapan sebanyak 8,33% dan pada siklus II menjadi 75%. Untuk aspek anak dapat bertanggung jawab akan tugasnya dengan penilaian berkembang sesuai harapan (BSH) pada siklus I sebesar 12,5% dan pada siklus II menjadi 83,33%. Untuk aspek anak dapat mencari dan memecahkan masalah dengan penilaian Berkembang Sesuai Harapan pada siklus I 4,16% dan pada siklus II menjadi 75%.
Copyrights © 2022