Indonesia ialah negara yang memiliki keindahan alam serta keanekaragaman budaya, sehingga perlu adanya peningkatan pada sektor pariwisata. Pariwisata ialah sektor yang ikut berperan penting dalam usaha peningkatan pendapatan suatu daerah. Tana Toraja sendiri menjadi salah satu daerah yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Sehingga tidak heran, objek wisata di Tana Toraja memiliki daya tarik tersendiri. Destinasi Buntu Burake ialah destinasi buatan Dimana di daerah Buntu Burake tersebut dibangun Patung Yesus Kristus dengan tinggi patung mencapai 45 meter yang menyerupai Patung Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brazil. Dengan jumlah penganut agama Kristinani yang banyak, maka Pembangunan objek wisata ini mendapatkan pengunjung baik lokal maupun luar daerah. Hal ini memberikan kesempatan kepada Masyarakat yang tinggal di daerah Buntu Burake untuk meningkatkan pendapatannya dengan menjual berbagai kerajinan tangan. Pada visi pariwisata Indonesia tahun 2005, pariwisata nasional dicanangkan menjadi penghasil devisa utama. Namun pembangunan dan pengembangan kepariwisataan membawa konsekuensi yaitu timbulnya dampak sosial budaya.Peranan pariwisata dalam pembangunan Negara pada garis besarnya berintikan tiga segi, yaitu segi ekonomis,segi sosial, dan segi kebudayaan. Tiga hal yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial yang disebabkan dari pariwisata, yaitu: Polarization of The Population, Breakdown of the family dan Development of The Attitude of a Consumption-Oriented Society; Incident of Phenomena of Social Pathalogy. Pengaruh pariwisata terhadap kebudayaan terjadi karena suatu proses akulturasi antara kebudayaan masyarakat dengan kebudayaan para wisatawan. Dari sisi ekonomi, pariwisata merupakan industri multi komponen, tidak dapat dilepaskan dengan sektor ekonomi lain. Pemasukan tidak hanya dari uang yang dibelanjakan, melainkan juga menarik modal asing.Pariwisata adalah usaha padat karya (labour intensive),menciptakan tenaga kerja di sektor lain. Dalam pengembangan kepariwisataan nasional faktor ekonomis sering menjadi pertimbangan utama dari pengambil keputusan untuk mengembangkan potensi kepariwisataan. Pertimbangan ini kadang lebih ditonjolkan dari pada pertimbangan moral dalam artian kemungkinan pariwisata memiliki dampak sosial yang negative
Copyrights © 2024