Kondisi kehidupan anak-anak di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Fenomena ini tidak sekadar retorika, melainkan merupakan fakta yang membutuhkan perhatian mendalam. Dalam konteks proses hukum, setiap individu yang telah menjadi korban pelecehan seksual atau pemerkosaan diharapkan untuk memberikan kesaksian di persidangan. Pada tahap ini, korban diminta untuk mengulangi kronologi peristiwa yang dialaminya di hadapan hakim, jaksa penuntut, dan terdakwa. Penting untuk mencatat bahwa dalam perannya sebagai saksi, korban harus dijamin tidak mengalami tekanan baik secara fisik maupun mental. Prinsip pelayanan yang optimal kepada korban juga menjadi fokus, dengan memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi dengan sepenuhnya dalam konteks proses hukum tersebut. Dampak pelecehan seksual pada anak meliputi depresi, gangguan stres pasca trauma, dan kecemasan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak yang mengalami pelecehan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu anak menjadi korban pelecehan seksual, serta cara-cara di mana pelaku pelecehan seksual terhadap anak dapat dihukum. Metodologi penelitian hukum normatif digunakan dalam upaya ini
Copyrights © 2024