Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fenomena budaya bisu di SMA Negeri 10 Makassar, dimana peserta didik lebih cenderung pasif, enggan berbicara atau terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Fenomena ini menjadi tantangan bagi guru dalam menciptakan suasana belajar yang interaktif dan kolaboratif. Penelitian ini juga mengkaji penerapan pendekatan Student Centered Learning (SCL) dan Model Problem Based Learning (PBL) dalam proses pembelajaran. Pendekatan SCL menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran yang dapat mempengaruhi partisipasi aktif peserta didik. SCL akan mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dan meningkatkan motivasi dalam proses belajar, Sedangkan, PBL menekankan pada proses pembelajaran dengan basis masalah yang dapat menjadi stimulus atau rangsangan daya berpikir kritis dan kreatif peserta didik. PBL menempatkan peserta didik dalam situasi dan kondisi nyata untuk memunculkan pikiran mereka untuk mengekplorasi masalah dan mengevaluasinya sehingga dapat menciptakan atmosfer pembelajaran yang interaktif. Melalui kedua hal tersebut, menjadi langkah solutif dalam menghilangkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh Pendidikan saat ini.
Copyrights © 2024