Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antusiasme peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan dua metode, yaitu metode storytelling dan studi kasus berbasih teknologi, di SMAN 3 Makassar. Antusiasme peserta didik diukur berdasarkan keterlibatan aktif, minat belajar, dan partisipasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perbedaan respon peserta didik dalam keterlibatan, minat, dan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode studi kasus berbasis teknologi mampu meningkatkan antusiasme peserta didik lebih tinggi dibandingkan metode storytelling. Peserta didik merasa lebih tertarik dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dengan teknologi, sementara metode storytelling dianggap lebih efektif dalam membangkitkan imajinasi dan pemaahaman mendalam terhadap materi. Kesimpulannya, kombinasi kedua metode tersebut berpotensi meningkatkan antusiasme belajar secara optimal jika diterapkan secara bersamaan.
Copyrights © 2024