Artikel ini membahas pendidikan berbasis nilai-nilai religius bagi masyarakat bahari di Pangkajene dan Kepulauan. Pendidikan nilai religius tidak hanya berfungsi untuk memperdalam keimanan individu, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk mempertahankan kearifan lokal dan solidaritas sosial. Di Pangkep, nilai-nilai ini dapat diwujudkan melalui praktik seperti ritual keagamaan, kegiatan pendidikan formal maupun informal, serta aktivitas sosial yang terhubung dengan kehidupan pesisir. Melalui penguatan pendidikan berbasis nilai religius, masyarakat diharapkan dapat membangun kesadaran yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan Tuhan. Hal ini tidak hanya akan melestarikan nilai-nilai luhur masyarakat bahari, tetapi juga membangun karakter komunitas yang lebih tangguh menghadapi tantangan global. Artikel ini berupaya mengeksplorasi peran pendidikan nilai-nilai religius dalam membentuk kehidupan masyarakat bahari di Pangkep, serta bagaimana implementasinya dapat mendukung keberlanjutan budaya dan identitas komunitas maritim. Menggunakan metode sejarah yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis kontribusi pendidikan berbasis nilai-nilai religius terhadap kehidupan sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat Pangkajene dan Kepulauan, khususnya dalam konteks tradisi bahari. Melalui langkah-langkah penelitian yang sistematis ini, peneliti diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peran agama dalam membentuk pola pendidikan dan cara pandang masyarakat terhadap alam, terutama laut, sebagai sumber kehidupan mereka.
Copyrights © 2024