Kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 24 Makassar merupakan langkah pemerintah untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan. Namun, implementasi kebijakan ini menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan fasilitas antarsekolah, minimnya pemahaman masyarakat, dan praktik manipulasi data. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan kebijakan sistem zonasi di SMPN 24 Makassar, mengidentifikasi tantangan utama, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (kajian kepustakaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sistem zonasi mampu meningkatkan akses pendidikan di wilayah tertentu, masih terdapat kesenjangan kualitas pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam evaluasi kebijakan zonasi serta pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan. keberhasilan implementasinya bergantung pada kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat serta dukungan berkelanjutan dan penyesuaian kebijakan berdasarkan hasil evaluasi lapangan.
Copyrights © 2024