Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif siswa tunagrahita kelas X SMA pada mata pelajaran IPA, yang berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar mereka. Rendahnya partisipasi tersebut terlihat dari sikap pasif siswa dalam memberikan tanggapan selama proses pembelajaran serta minimnya motivasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan inovasi pembelajaran dengan menerapkan berbagai metode, salah satunya metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan keaktifan siswa tunagrahita selama proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah tiga siswa tunagrahita kelas X di SLB Negeri 2 Makassar. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Siklus pertama PTK dilaksanakan pada 7 Oktober 2024, dan siklus kedua pada 14 Oktober 2024. Pada siklus pertama, keaktifan siswa meningkat, meskipun salah satu siswa masih mengalami kesulitan. Setelah perbaikan pada siklus kedua, hasil observasi menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan, di mana siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran
Copyrights © 2024