Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rasa percaya diri siswa tunadaksa yang berdampak pada keaktifan dalam pembelajarannya. Peserta didik dengan tunadaksa sering kali menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan rasa percaya diri, meskipun fasilitas aksesibilitas telah disediakan. Walau dengan memiliki potensi akademik, mereka menunjukkan rasa percaya diri yang rendah dan kurang aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan integrasi Discovery Learning, Digital Storytelling, dan Project-Based Learning (PBL), yang disesuaikan dengan kebutuhan psikologis dan sosial peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada kelas XII SMALB D, yang terdiri dari dua peserta didik dengan kondisi tunadaksa (amputasi dan cerebral palsy flacid). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian peserta didik untuk berpartisipasi, bertanya, dan menjawab dalam kelas. Integrasi ketiga metode tersebut berhasil meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi, dan keterampilan sosial siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi, aspek sosial, dan pedagogis sangat efektif dalam pendidikan inklusif
Copyrights © 2024