Penelitian ini menganalisis elastisitas faktor-faktor yang berpengaruh pada tahap produksi UKM batik Banyuwangi. Dari total populasi sebanyak 40 UKM batik, peneliti mengambil data dari 12 UKM batik yang aktif dalam proses produksi. Pendekatan dalam menganalisis yang diterapkan adalah panel data regression. Hasil estimasi menunjukkan bahwa elastisitas faktor modal dan alat produksi berpengaruh searah secara nyata terhadap nilai produksi batik. Artinya, peningkatan modal dan penggunaan alat produksi yang lebih baik akan meningkatkan produksi batik secara signifikan. Sebaliknya, elastisitas faktor tenaga kerja menunjukkan pengaruh signifikan tetapi negatif, yang berarti peningkatan jumlah tenaga kerja justru mengurangi produksi batik dalam kasus UKM batik di Banyuwangi. Dari hasil analisis, ditemukan bahwa faktor modal memiliki pengaruh terbesar terhadap produksi batik. Sementara itu, elastisitas faktor bahan baku tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai produksi, yang mengindikasikan bahwa variasi dalam penggunaan bahan baku tidak mempengaruhi output produksi secara substansial. Penelitian ini juga menemukan bahwa produksi batik oleh UKM batik di Banyuwangi mengalami increasing return to scale, dengan nilai koefisien 1,627676 > 1, yang menunjukkan bahwa peningkatan input dapat menghasilkan peningkatan output yang lebih besar. Ini berarti UKM batik di Banyuwangi memiliki potensi untuk meningkatkan nilai produksi lebih lanjut. Nilai R-squared (R²) sebesar 0,892454 menunjukkan bahwa 89,25% variasi dalam produksi batik dijelaskan dari elastisitas modal, tenaga kerja, alat produksi dan bahan baku.
Copyrights © 2024