Ketahanan pangan sebagai isu global yang kompleks memerlukan interkasi yang difasilitasi oleh strategi manajemen jaringan pada level network. Pemisahan strategi sebagai salah satu bentuk strategi manajemen jaringan yang memfasilitasi interaksi antar aktor pada level network menunjukkan adanya kepentingan yang berbeda setiap aktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multi-aktor dalam implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kabupaten Luwu Utara dengan menggunakan konsep de-coupling games. Aktor-aktor yang terlibat yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat, yang memiliki kepentingan yang berbeda. Kepentingan tersebut diatur melalui strategi terpisah namun terkoordinasi dalam mencapai ketahanan pangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya sinergi dan interaksi antara berbagai aktor memainkan peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan, distribusi, akses, dan konsumsi pangan. Program-program seperti Lumbung Pangan dan Perkarangan Pangan Lestari membantu meningkatkan keamanan pangan di Kabupaten Luwu Utara. Pemisahan strategi ini menciptakan efisiensi dalam implementasi kebijakan ketahanan pangan, yang dibuktikan dengan peningkatan indeks ketahanan pangan Kabupaten Luwu Utara.
Copyrights © 2024