Studi ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penerapan prinsip-prinsip New Public Management (NPM) dan peningkatan kualitas New Public Services (NPS) di sektor kesehatan. Melalui analisis studi kasus di Iran, Britania Raya, Swedia, dan Amerika Serikat, penelitian ini mengeksplorasi dampak reformasi NPM, seperti desentralisasi, orientasi pelanggan, pengukuran kinerja, dan reformasi akuntansi, terhadap efisiensi, responsivitas, dan kualitas layanan kesehatan. Temuan menunjukkan bahwa hubungan antara NPM dan NPS bersifat kompleks dan sering kali tidak langsung, dipengaruhi oleh faktor kontekstual dan organisasi. Keberhasilan implementasi NPM sangat bergantung pada keselarasan prinsip NPM dengan budaya organisasi yang ada, serta kemampuan untuk mengintegrasikan perubahan ke dalam prosedur dan rutinitas operasional. Studi ini juga mengungkapkan adanya potensi ketegangan antara standarisasi yang didorong oleh NPM dan otonomi profesional serta penilaian klinis individual. Untuk mengoptimalkan manfaat NPM dalam meningkatkan NPS di sektor kesehatan, studi ini menyarankan agar organisasi kesehatan menyelaraskan prinsip NPM dengan budaya organisasi dan praktik profesional yang ada, melibatkan profesional kesehatan dalam merancang dan menerapkan reformasi NPM, menyeimbangkan standarisasi dengan ruang bagi kebijaksanaan profesional dan penilaian klinis individual, memantau dan mengevaluasi dampak reformasi NPM secara berkelanjutan, serta mengadopsi pendekatan holistik dalam penerapan NPM. Dengan mempertimbangkan kompleksitas dan tantangan yang terlibat, penerapan prinsip NPM yang hati-hati dan kontekstual dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas NPS di sektor kesehatan.
Copyrights © 2024