Aspergillus flavus merupakan jamur yang banyak menyerang bahan makanan setelah panen. Jamur ini dapat menghasilkan aflatoksin yang sangat beracun bagi konsumen. Aflatoksin tidak dapat dinetralisir melalui pemasakan, sehingga upaya untuk menghindari kontaminasi jamur perlu dilakukan. Penggunaan bahan kimia sintetik sebagai pengendali pertumbuhan jamur pada bahan pangan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, sehingga diperlukan bahan pengendali alami yang aman dan tidak berdampak pada kesehatan manusia. Salah satu pengendalian jamur alami adalah dengan memanfaatkan sumber daya alam. Pemanfaatan rumput laut sebagai antijamur merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap komponen senyawa bioaktif dan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Penelitian ini menguji tiga jenis rumput laut dari kelompok alga merah, hijau, dan coklat yaitu rumput laut Gracilaria salicornia, Halimeda sp, dan Padina sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen senyawa bioaktif yang terdapat pada rumput laut Gracilaria salicornia adalah terpenoid, fenolik, flavonoid, alkaloid. Rumput laut Halimeda sp. mempunyai komponen senyawa bioaktif terpenoid, fenolik, dan alkaloid. Komponen senyawa bioaktif pada Padina sp. adalah steroid, fenolik, dan alkaloid. Rumput laut Padina sp. memiliki potensi daya hambat yang sangat kuat terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus yaitu 23,00 mm dibandingkan dengan jenis rumput laut lainnya,
Copyrights © 2022