p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Srie Julyasih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI ORGANOLEPTIK SELAI RUMPUT LAUT Gracilaria verrucose DAN Eucheuma cottonii Srie Julyasih; I Putu Parwata
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i2.299

Abstract

Pemanfaatan rumput laut di Indonesia sampai saat ini terbatas sebagai bahan makanan bagi penduduk yang tinggal di daerah pesisir dan belum banyak kalangan industri yang mau melirik potensi rumput laut. Rumput laut merupakan salah satu bahan yang bersifat hidrokoloid yang mampu membentuk cairan kental. Rumput laut dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan selai karena rumput laut mempunyai sifat seperti pektin pada buah Tujuan penelitian ini adalah menguji tingkat kesukaan konsumen terhadap selai rumput laut Gracilaria verrucosa, Eucheuma cottonii dan campuran Gracilaria.verrucosa dan Eucheuma.cottonii. Metode penelitian yang digunakan adalah uji organoleptik terhadap aroma, dan rasa selai dengan menggunakan 12 panelis. Penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu selai strawberry pembanding (P0), selai rumput laut G. verrucosa (P1), selai rumput laut E. cottonii (P2), dan selai campuran G. verrucosa dan E.cottonii (P3). Tiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian uji organoleptik terhadap parameter aroma, dan rasa menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05) di antara perlakuan. Perbedaan jenis bahan baku pembuatan selai mempengaruhi tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan aroma selai. Selai dengan bahan baku rumput laut G.verrucosa memiliki nilai rata-rata tertinggi untuk parameter aroma yaitu 4,07±1,223, dengan kategori disukai tetapi tidak berbeda bermakna dengan selai E.cottoni dengan rata-rata 3,80±0,862, dan berbeda bermakna dengan selai campuran rumput laut, dan selai pembanding, dengan nilai rata-rata 2,60±0,986 dan 2,00±0,756.  Selai dengan bahan baku rumput laut G.verrucosa memiliki nilai rata-rata tertinggi untuk parameter rasa yaitu 3,80±1,014, tetapi tidak berbeda bermakna dengan selai E.cottoni dengan rata-rata 3,47±0,640, dan berbeda bermakna dengan selai campuran dengan rata-rata 3,00±0,926, dan selai pembanding  dengan  nilai rata-rata 2,736 ± 0,704
SENYAWA BIOAKTIF BEBERAPA JENIS RUMPUT LAUT DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN TERHADAP JAMUR Aspergillus flavus PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Srie Julyasih
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.363

Abstract

Aspergillus flavus merupakan jamur yang banyak menyerang bahan makanan setelah panen. Jamur ini dapat menghasilkan aflatoksin yang sangat beracun bagi konsumen. Aflatoksin tidak dapat dinetralisir melalui pemasakan, sehingga upaya untuk menghindari kontaminasi jamur perlu dilakukan. Penggunaan bahan kimia sintetik sebagai pengendali pertumbuhan jamur pada bahan pangan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, sehingga diperlukan bahan pengendali alami yang aman dan tidak berdampak pada kesehatan manusia. Salah satu pengendalian jamur alami adalah dengan memanfaatkan sumber daya alam. Pemanfaatan rumput laut sebagai antijamur merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap komponen senyawa bioaktif dan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Penelitian ini menguji tiga jenis rumput laut dari kelompok alga merah, hijau, dan coklat yaitu rumput laut Gracilaria salicornia, Halimeda sp, dan Padina sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen senyawa bioaktif yang terdapat pada rumput laut Gracilaria salicornia adalah terpenoid, fenolik, flavonoid, alkaloid. Rumput laut Halimeda sp. mempunyai komponen senyawa bioaktif terpenoid, fenolik, dan alkaloid. Komponen senyawa bioaktif pada Padina sp. adalah steroid, fenolik, dan alkaloid. Rumput laut Padina sp. memiliki potensi daya hambat yang sangat kuat terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus yaitu 23,00 mm dibandingkan dengan jenis rumput laut lainnya,