Moluska dari jenis Polymesoda erosa, Anadara antiquata, dan Terebralia palustris merupakan hasil laut yang paling banyak ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat di Negeri Haruru. Hingga kini informasi ilmiah dan karakteristik dari moluska yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat belum diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia dari moluska yang dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2023 bertempat di Perairan Pantai Waipo, Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi terstruktur, mengamati setiap tahapan proses, mengambil sampel dan mengukur mutunya di laboratorium. Parameter fisik yang dianalisa meliputi pengukuran morfometrik. Parameter lingkungan berupa: suhu, pH dan salinitas sedangkan parameter kimia meliputi kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat dan mineral kalsium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik moluska yang dikonsumsi dari Perairan Waipo Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah memiliki ukuran tubuh yang bervariasi. Ukuran tubuh Anadara antiquata tergolong kecil 2,6-4,5 cm, Polymesoda erosa berukuran besar 6,5-9,4 cm, Terebralia palustris berukuran sedang yaitu 5,2-7,4 cm. Pertumbuhan tubuh dari ketiga jenis moluska ini bersifat alometrik negative (b<3) yaitu pertambahan diameter cangkang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobot. pH pada perairan berkisar antara 7,4-7,9; suhu 27-300C dan salinitas antara 26-30 ‰. Karakteristik kimia dari ke tiga jenis moluska ini memiliki kadar air berkisar antara 80,26-83,86% (bk), abu 0,91-2,15% (bk), lemak 0,23-5,63% (bk), protein 10,74 -15,48% (bk) dan karbohidrat 0,42-2,4% (bk) sedangkan mineral Ca sebesar 0,07-0,11 mg/L (bk). Komposisi kimia tertinggi terdapat pada moluska jenis Terebralia palustris sedangkan terendah pada jenis Anadara antiquata.
Copyrights © 2023