Bernita br Silaban
Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA MOLUSKA YANG DIKONSUMSI DARI PERAIRAN PANTAI WAIPO KECAMATAN AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Bernita br Silaban
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.650

Abstract

 Moluska dari jenis Polymesoda erosa, Anadara antiquata, dan Terebralia palustris merupakan hasil laut yang paling banyak ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat di Negeri Haruru. Hingga kini informasi ilmiah dan karakteristik dari moluska yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat belum diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia dari moluska yang dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2023 bertempat di Perairan Pantai Waipo, Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi terstruktur, mengamati setiap tahapan proses, mengambil sampel dan mengukur mutunya di laboratorium. Parameter fisik yang dianalisa meliputi pengukuran morfometrik. Parameter lingkungan berupa: suhu, pH dan salinitas sedangkan parameter kimia meliputi kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat dan mineral kalsium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik moluska yang dikonsumsi dari Perairan Waipo Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah memiliki ukuran tubuh yang bervariasi. Ukuran tubuh Anadara antiquata tergolong kecil 2,6-4,5 cm, Polymesoda erosa berukuran besar 6,5-9,4 cm, Terebralia palustris berukuran sedang  yaitu 5,2-7,4 cm. Pertumbuhan tubuh dari ketiga jenis moluska ini bersifat alometrik negative (b<3) yaitu pertambahan diameter cangkang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobot. pH pada perairan berkisar antara 7,4-7,9; suhu 27-300C dan salinitas antara 26-30 ‰. Karakteristik kimia dari ke tiga jenis moluska ini memiliki kadar air berkisar antara 80,26-83,86% (bk), abu 0,91-2,15% (bk), lemak 0,23-5,63% (bk), protein 10,74 -15,48% (bk) dan karbohidrat 0,42-2,4% (bk) sedangkan mineral Ca sebesar 0,07-0,11 mg/L (bk). Komposisi kimia tertinggi terdapat pada moluska jenis Terebralia palustris sedangkan terendah pada jenis Anadara antiquata.
Dinamika Populasi Kerang Masngur (Tellina remies) Pada Habitat Intertidal Berpasir Perairan Ohoidertawun, Maluku Tenggara Rosita Silaban; Johny Dobo; Anthon Daud Kilmanun; Bernita br Silaban; Siti Rahmawati Maswatu; Armin Armin
Jurnal Kelautan Vol 19, No 2: Agustus (2026)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v19i2.35235

Abstract

ABSTRAKKerang masngur (Tellina remies) merupakan salah satu sumber daya bentik yang dimanfaatkan masyarakat pesisir Ohoidertawun sebagai sumber pangan dan mata pencaharian. Namun, informasi mengenai dinamika populasinya di perairan Maluku Tenggara masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kohort, pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat rekrutmen T. remies di habitat intertidal berpasir. Penelitian dilaksanakan selama Agustus–November melalui pengambilan sampel pada zona intertidal menggunakan metode transek dan kuadran berukuran 1 × 1 m dengan jumlah transek sebanyak 6 buah, jumlah kuadran 32 buah dan total sampel 600 individu. Analisis dinamika populasi dilakukan menggunakan perangkat lunak FISAT II yang meliputi pemisahan kohort (NORMSEP), model pertumbuhan Von Bertalanffy, analisis mortalitas, dan rekrutmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi T. remies didominasi individu subdewasa hingga dewasa dengan laju pertumbuhan sedang. Nilai mortalitas penangkapan (F) lebih tinggi dibandingkan mortalitas alami (M) dengan nilai tingkat eksploitasi (E) menunjukan populasi ini telah mengalami eksploitasi berlebih (overexploited). Hasil penelitian menunjukan perlu adanya penerapan pengelolaan berbasis ekosistem misalnya penetapan ukuran tangkap minimum, pengaturan musim atau periode penutupan sementara serta perlindungan terhadap habitat intertidal berpasir yang menjadi lokasi penangkapan melalui pembatasan aktivitas yang merusak substrat.Kata kunci:  Tellina remies, dinamika populasi, kohort, mortalitas, rekrutmen, eksploitasiABSTRACTMasngur clams (Tellina remies) are one of the benthic resources utilized by the coastal communities of Ohoidertawun as a food source and livelihood. However, information on their population dynamics in the waters of Southeast Maluku is still very limited. This study aims to analyze the cohort, growth, mortality, and recruitment rate of T. remies in sandy intertidal habitats. The study was conducted from August to November through sampling in the intertidal zone using the transect and quadrant method measuring 1 × 1 m with a total of 6 transects, 32 quadrants and a total sample of 600 individuals. Population dynamics analysis was carried out using FISAT II software which includes cohort separation (NORMSEP), the Von Bertalanffy growth model, mortality analysis, and recruitment. The results showed that the T. remies population was dominated by subadult to adult individuals with a moderate growth rate. The fishing mortality value (F) was higher than the natural mortality (M) with the exploitation level value (E) indicating that this population has experienced overexploitation. The research results show the need for the implementation of ecosystem-based management, for example, determining minimum catch sizes, regulating seasons or temporary closure periods, and protecting sandy intertidal habitats that are fishing locations by limiting activities that damage the substrate.Keywords: Tellina remies, population dynamics, cohort, mortality, recruitment, exploitation