Pada jenjang pendidikan tinggi, pendidikan kewarganegaraan tidak hanya ditujukan untuk membina jiwa Nasionalis mahasiswa, tetapi bertujuan untuk mengembangkan soft skill dan karakter yang dibutuhkan untuk nasionalisme Menghadapi dunia kerja. Namun perguruan tinggi banyak menemui kendala dalam pelaksanaan PKn, salah satunya adalah kejenuhan materi PKn bagi mahasiswa dan kurangnya kreatifitas dosen dalam mengajar mata kuliah PKn, seperti terlalu sering menggunakan sistem pembelajaran konvensional, Konseptualisasi,dan masih banyak lagi. terlalu sedikit menghubungkan materi dengan masalah nyata. Situasi masyarakat yang demikian tentunya akan membuat tujuan pendidikan kewarganegaraan semakin sulit untuk dicapai, karena akan menurunkan minat belajar, keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus kemudian menganalisis data dengan melakukan triangulasi data dari observasi, wawancara, dan catatan lapangan selama praktik kewarganegaraan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa praktik PKn dapat menjadikan proses pembelajaran PKn lebih menarik, membangkitkan kreativitas dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2023