Kualitas kesehatan remaja memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pada saat ini remaja sangat menyukai pola konsumsi makanan cepat saji. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan lingkungan. Meskipun lebih praktis, makanan cepat saji dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Pemantauan status gizi melalui pengukuran indeks masa tubuh (IMT) menjadi salah satu cara mencegah timbulnya masalah kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pola konsumsi makanan bergizi untuk menjaga IMT dalam rentang normal. Kegiatan pengabdian berupa pengukuran IMT dan penyuluhan pola konsumsi makanan bergizi yang diberikan kepada 23 siswa SMAN 1 Gerung. Hasil pengukuran menunjukkan 10 orang termasuk dalam kategori underweight, 12 orang normal, dan 1 orang overweight. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dengan tepat. Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan siswa lebih memerhatikan makanan yang dikonsumsi untuk menjaga agar nilai IMT tetap berada pada rentang nilai normal.
Copyrights © 2024