Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan Karantina Tahfidz Al-Qur'an selama 20 hari di Asrama Tahfidz Putri Darul Furqan Wal Ilmi Amuntai, termasuk pencapaian hafalan para santriwati serta rintangan yang dihadapi oleh penyelenggara dan peserta karantina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah secara kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pelaksanaan Karantina Tahfidz Al-Qur'an di Asrama Tahfidz Putri Darul Furqan Wal Ilmi Amuntai menggunakan beberapa program, seperti program inti dan pendamping, serta pelajaran tambahan selama 20 hari di bulan Ramadhan. Para santriwati usia SD/MI mampu menghafal rata-rata 1 juz, sementara peserta dewasa yang mengikuti karantina mampu menghafal sekitar 2-3 juz. Salah satu masalah yang dihadapi oleh penyelenggara adalah jadwal setoran yang berbenturan dengan jadwal mengajar, terutama di jam Subuh dan Dhuha, Peserta karantina setoran terlalu cepat dan ada yang terlalu lambat untuk setoran. Sementara itu, kendala yang dihadapi oleh peserta karantina adalah jadwal yang padat dan adanya ayat-ayat yang kompleks atau sulit untuk dihafal.
Copyrights © 2023