Di industri keuangan global, sektor perbankan memegang peranan penting sebagai tulang punggung stabilitas ekonomi. Sebagai lembaga keuangan yang berfungsi sebagai perantara (financial intermediary), bank menyalurkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana, sehingga memungkinkan terjadinya transaksi keuangan yang lancar dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, bank di seluruh dunia menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga kinerja keuangannya akibat berbagai faktor makroekonomi seperti fluktuasi suku bunga, tingginya kredit bermasalah (Non Performing Loans/NPL), serta perubahan regulasi. Salah satu indikator kinerja penting bagi bank di seluruh dunia adalah Net Interest Margin (NIM), yang mengukur kemampuan bank untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih dari aset produktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Loan (NPL), pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Net Interest Margin (NIM) pada Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Sampel yang digunakan terdiri dari empat Bank BUMN dengan data kuartalan pada periode 2018-2022, sehingga menghasilkan 80 observasi. Metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan bantuan software E-Views 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL memiliki pengaruh signifikan terhadap NIM, sedangkan pertumbuhan DPK dan LDR tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap NIM. Penelitian ini memberikan implikasi bagi bank BUMN agar terus meningkatkan NIM sebagai salah satu sumber pendapatan utama.
Copyrights © 2024