Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan dan hambatan dalam implementasi PKn sebagai media pencegahan radikalisme, serta menawarkan solusi yang konkret dan terukur untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metodologi penelitiannya menggunakan penelitian penelitian kepustakaan atau studi literatur, yaitu serangkaian tugas yang berkaitan dengan teknik pengumpulan data perpustakaan atau informasi yang bersumber dari literature. Penelitian ini Fokus pada data dari dokumen tertulis, baik primer maupun sekunder sebagai metodologinya. Hasil dan pembahasan yang dilakukan oleh peneliti yaitu Implementasi PKn sebagai media pencegahan radikalisme menghadapi berbagai tantangan. Salah satu hambatan utama adalah kurangnya pelatihan bagi guru untuk mengajarkan PKn dengan pendekatan yang relevan terhadap isu-isu aktual seperti radikalisme. Selain itu, kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat juga dapat mengurangi efektivitas pendidikan ini. Kesimpulan dari artikel ini yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran strategis sebagai media untuk mencegah radikalisme, terutama di kalangan pelajar. Radikalisme, sebagai ancaman terhadap stabilitas sosial dan keamanan, sering menyasar generasi muda yang masih dalam proses pembentukan karakter
Copyrights © 2024