Raden Dewi Sartik merupakan pelopor pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia pada tahun 1904-1920. Sebagai tokoh emansipasi, beliau mendirikan Sekolah Isteri di Bandung pada tahun 1904, yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Keutamaan Isteri. Sekolah ini menjadi tonggak awal dalam menyediakan pendidikan formal bagi perempuan pribumi yang pada masa itu sangat terbatas aksesnya. Melalui kurikulum yang dirancang secara khusus, Dewi Sartika memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan praktis, seperti membaca, menulis, serta keterampilan rumah tangga, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Langkah ini tidak hanya menciptakan peluang baru bagi perempuan, tetapi juga menjadi pendorong bagi perubahan sosial yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan Data yang diperoleh melalui buku, jurnal, dan literatur sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Dewi Sartika tidak hanya berhasil meningkatkan akses pendidikan perempuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai alat pembebasan sosial dan ekonomi. Peran beliau menjadi inspirasi yang terus hidup bagi perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia hingga era modern.
Copyrights © 2024