Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN RADEN DEWI SARTIKA DALAM PENDIDIKAN  KAUM PEREMPUAN, (1904-1920) Anah Nurhasanah; Putri Rizqiyatul Fadilah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Raden Dewi Sartik merupakan pelopor pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia pada tahun 1904-1920. Sebagai tokoh emansipasi, beliau mendirikan Sekolah Isteri di Bandung pada tahun 1904, yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Keutamaan Isteri. Sekolah ini menjadi tonggak awal dalam menyediakan pendidikan formal bagi perempuan pribumi yang pada masa itu sangat terbatas aksesnya. Melalui kurikulum yang dirancang secara khusus, Dewi Sartika memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan praktis, seperti membaca, menulis, serta keterampilan rumah tangga, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Langkah ini tidak hanya menciptakan peluang baru bagi perempuan, tetapi juga menjadi pendorong bagi perubahan sosial yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan Data yang diperoleh melalui buku, jurnal, dan literatur sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Dewi Sartika tidak hanya berhasil meningkatkan akses pendidikan perempuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai alat pembebasan sosial dan ekonomi. Peran beliau menjadi inspirasi yang terus hidup bagi perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia hingga era modern.
SEJARAH BERDIRINYA INDISCHE PARTIJ (PARTAI HINDIA) PADA TAHUN 1912 Anah Nurhasanah; Muhammad Bagus Royhan Jaya; Maftuh Ajmain
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tjipto Mangoenkoesoemo, serta Soewardi Soerjaningrat, yang lebih dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Indische Partij adalah organisasi politik pertama di Hindia Belanda yang secara terbuka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan kesetaraan bagi seluruh penduduk tanpa memandang ras. Partai ini menentang diskriminasi kolonial dan berupaya untuk membangkitkan kesadaran nasional melalui propaganda dan pendidikan. Namun, pada tahun 1913, pemerintah kolonial Belanda melarang partai ini karena dianggap mengancam stabilitas kekuasaan mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan berbagai sumber sejarah, seperti, buku, dan jurnal yang membahas peran Indische Partij dalam pergerakan nasional. Tujuan utama pendirian Indische Partij yaitu untuk menyatukan seluruh rakyat Hindia tanpa membedakan ras serta memperjuangkan pemerintahan yang lebih adil dan merdeka dari penjajahan Belanda. Meskipun keberadaannya singkat, Indische Partij memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan gerakan nasional di Indonesia.