Penyediaan layanan bimbingan dan konseling memastikan bahwa siswa diberikan perawatan dan dukungan individual selama perjalanan perkembangan mereka. Layanan ini dirancang untuk membantu mengatasi tantangan yang dihadapi siswa, yang pada akhirnya membawa kesuksesan untuk mereka. Mereka juga bertujuan untuk memberikan panduan dalam mengambil keputusan penting terkait pemilihan jurusan, perencanaan karir, prospek masa depan, dan berbagai aspek lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana layanan guru BK dalam membentuk nilai moral islami siswa di MA TIA NW Wananasaba dan MAN 2 Lotim (2) Strategi apa yang digunakan guru BK dalam membentuk nilai moral islami siswa di kedua madrasah. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripif dengan pendekatan multikasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lembaga memiliki layanan guru bimbingan konseling yang baik dalam membentuk nilai moral Islami pada siswa. Namun, terdapat perbedaan layanan, strategi. MA TIA NW Wananasaba: guru BK menggunakan layanan perorangan dan kelompok. strategi yang digunakan yaitu: keteladanan, pemberian nasihat, pembiyasaan, kedisiplinan. faktor penghambat: lingkungan masyarakat, keluarga, sarana yang belum memadai, kurangnya kerjasama antar guru, faktor pendukung: ruang BK. Di MAN 2 Lotim: layanan informasi, perorangan, kelompok. strategi yang digunakan: keteladanan, ibrah dan amtsal, pemberian nasihat, pembiyasaan, kedisiplinan, gotong royong.
Copyrights © 2024