Menjadi Guru yang bekerja di sekolah luar biasa bukanlah perkara yang mudah. Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) perlu memiliki regulasi emosi untuk membangun resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pada Guru SLB. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan incidental dengan jumlah partisipan sebanyak 90 guru. Hasil penelitian ini menunjukan hasil uji korelasi antar regulasi emosi dan resiliensi dengan skor sebesar -0,188 dan sig. 0,076 (p>0,01). Hal ini menunjukan tidak terdapat hubungan positif signifikan antara regulasi emosi dan resiliensi pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan begitu H0 diterima. Individu yang memiliki regulasi emosi yang tinggi dinilai memiliki resiliensi yang tinggi pula, namun penelitian ini membuktikan bahwa resiliensi dapat dibangun individu tanpa kontribusi regulasi emosi.
Copyrights © 2024