Peserta didik yang mengalami quasi broken home sehingga dalam perkembangannya lebih menunjol ke negatif. Terutama pada perkembangan karakternya. Yang mana anak quasi broken home sering kali membuat kerusuhan di dalam kelas, seperti halnya mengganggu saat menulis, mengambil barang milik teman kelasnya bahkan sampai berantem dengan temannya. Hal ini dipengaruhi oleh anak yang jauh dari orang tuanya. Mereka yang jauh dari orang tuanya akan merasa menjadi jagoan. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut: 1) apakah quasi broken home berpengaruh terhadap pembentukan karakter agresivitas anak?2) Bagaimana dampak quasi broken home terhadap pembentukan karakter agresivitas anak? jenis penelitiannya menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dampak quasi broken home mempengaruhi dalam pembentukan karakter pada anak usia dini, dilakukan dari sejak lahir guna untuk melihat perkembangan selanjutnya. Semua yang diterapkan dari sejak ia lahir, ia akan selalu merekam dan mengingat segala sesuatu yang dia peroleh dari tempat tinggalnya atau dari lingkungannya. Sedangkan hasil dan Analisa data tentang dampak quasi broken home terhadap pembentukan karakter agresivitas anak di TK Nurul Al-affani Daleman Galis Bangkalan. Adanya faktor dampak negatif pada anak yang mengalami quasi broken home.
Copyrights © 2023