Orang dengan gangguan ansietas dapat mengalami ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan tentang situasi tertentu. Jika tidak segera diatasi akan meningkatkan risiko depresi dan gangguan penggunaan zat serta risiko pikiran dan perilaku bunuh diri. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan ansietas adalah terapi imajinasi terbimbing. Tujuan Studi Kasus: Menggambarkan Asuhan Keperawatan Penerapan Terapi Imajinasi Terbimbing pada Pasien Ansietas di Kota Palu. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan rencana studi kasus. Metode pemgumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, kuesioner, dan studi dokumen. Instrumen dalam penelitian ini adalah pengkajian HARS, dan SPO PPNI Terapi Imajinasi Terbimbing. Hasil Penelitian: Hasil pengkajian pada klien ansietas menggunakan pengkajian HARS setelah dilakukan terapi imajinasi terbimbing adalah hari pertama didapatkan skor ansietas klien 26 (ansietas sedang), hari kedua didapatkan skor ansietas klien 19 (ansietas ringan), dan hari ketiga didapatkan skor ansietas klien 12 atau <14 (tidak mengalami kecemasan). Kesimpulan: Pada penelitian ini, terapi imajinasi terbimbing efektif untuk menurunkan masalah ansietas pada klien ansietas. Saran: Diharapkan dari hasil studi kasus ini terapi imajinasi terbimbing dapat dijadikan sebagai referensi dalam pelaksanaan implementasi pemberian ASKEP untuk menurunkan ansietas pada klien yang menderita masalah ansietas.
Copyrights © 2024