Articles
47 Documents
PENERAPAN SENAM HIPERTENSI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI KELURAHAN BESUSU BARAT PROVINSI SULAWESI TENGAH: STUDI KASUS
admin;
Mua, Estelle Lilian;
Sekeon, Robi Adikari;
Madude, Meilin Anggreyni
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sangat sering ditemukan pada lansia. Penyakit ini sering juga di sebut silent killer karena dapat membunuh tanpa tanda dan gejala yang menyebabkan gangguan pada pembuluh darah yang ditandai dengan meningkatnya pembuluh darah dari batas normal. Senam hipertensi merupakan salah satu olahraga yang dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Dengan melakukan senam secara rutin dapat mensuplay kebutuhan oksigen yang akan meningkat menjadi energi, hingga dapat meningkatkan denyut jantung, curah jantung, dan meningkatkan tekanan darah, saat beristirahat pembuluh darah akan meregang dan aliran darah menurun. Tujuan dalam penelitian ini untuk menurunkan tekanan darah pada lansia di kelurahan besusu barat provinsi sulawesi tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus berdasarkan tahap-tahap dalam asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan.hasil pengkajian Klien mengatakan sering merasa tegang dibagian leher, dan sering pusing tekanan darah 150/90 mmHg. Senam hipertensi dilakukan selama 3 hari, hasil akhir tekanan darah turun 120/80 mmHg. Dapat disimpulkan senam hipertensi secara rutin dapat menurunkan tekanan darah lansia di kelurahan besusu barat provinsi sulawesi tengah.
PENERAPAN HYDROTERAPI MUSIK KLASIK UNTUK MENGATASI INSOMNIA PADA LANSIA
admin;
Mbaloto, Freny Ravika;
Sri Purwiningsih;
Assa , Anggi Alfira Yunita;
Arianti, Ni Wayan Dewinda
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lansia yang mengalami masalah kualitas tidur memerlukan perhatian dengan strategi dan teknik khusus untuk mengatasi permasalahannya. Tujuan dari studi kasus adalah untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan pada lansia Ny. A penderita insomnia dalam penerapan hidroterapi musik klasik dalam meningkatkan kualitas tidur. Desain penelitian adalah studi kasus deskriptif, 1 responden, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, instrumen yang digunakan adalah format penilaian PSQI. Intervensi yang dilakukan adalah penerapan hidroterapi musik klasik. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 4 kali pertemuan dalam waktu 2 minggu diperoleh hasil kualitas tidur klien membaik dan permasalahan teratasi dengan tidur PSQI sebelum terapi 9 (kualitas tidur sedang) dan setelah terapi 5 (baik) klien menjadi lebih rileks dan tidur lebih nyenyak. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah kualitas tidur meningkat. Asuhan keperawatan dengan menggunakan terapi musik klasik diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan asuhan keperawatan khususnya pada lansia dengan mempertimbangkan jenis kualitas tidur, lama dan waktu pemberian sehingga benar-benar efektif dalam mengatasi gangguan pola tidur.
ASUHAN KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA GASTRITIS
admin;
Gustini;
Sarman, Juliana NR;
Yanriatuti , Ida
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gastritis adalah Peradangan atau perdarahan pada mukosa lambung yang dapat menimbulkan nyeri bersifat akut atau kronik. Gastritis dapat menganggu aktivitas sehari-hari, karena penderita akan merasa nyeri pada ulu hati. Tujuan peneliti menggambarkan asuhan keperawatan pada Ny. M dengan masalah nyeri akut pada penyakit gastritis. Jenis penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek yang digunakan sesuai dengan kriteria inklusi yaitu klien yang terdiagnosa gastritis dengan masalah nyeri akut. Fokus studi yaitu asuhan keperawatan gastritis dengan masalah nyeri akut. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi dengan menggunakan format pengkajian dan alat ukur nyeri numeric rating scale.
PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENGATASI DISTRESS SPIRITUAL PADA LANSIA DI DESA TINDAKI PROVINSI SULAWESI TENGAH
admin;
ni luh, Ni Luh Emilia;
Denny, Denny Susanto
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lansia yang mengalami rasa kesepian perlu mendapatkan perhatian dengan strategi dan teknik-teknik khusus dalam menyelesaikan masalah distres spiritual. Implementasi art therapy menjadi salah satu pilihan yang tepat. Intervensi ini bertujuan untuk mengungkapkan perasaan, mengubah pikiran negatif, dan untuk dapat lebih mengenali diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan implementasi art therapy dalam mengatasi distres spiritual. Desain penelitian studi kasus deskriptif, responden sebangak 1 orang, pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, instrumen yang digunakan yaitu format pengkajian distres spiritual. Analisa data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Hasil, setelah dilakukan tindakan terapi selama 4 kali pertemuan didapatkan dengan hasil masalah distres spiritual membaik, berdasarkan dari klien mengatakan merasa senang karena sudah memiliki teman cerita dan melakukan interaksi dengan tetangga. Kesimpulannya yaitu masalah distres spiritual membaik. Diharapkan asuhan keperawatan dengan penerapan implementasi art therapy dapat diterapkan dalam kegiatan asuhan keperawatan khususnya komunitas pada lansia
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN GOUT ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PENGETAHUAN DI DESA BERABAN PROVINSI SULAWESI TENGAH
admin;
Mutmainnah.HS;
Janice Sepang
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gout arthritis adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya asam urat di dalam darah. Pengetahuan merupakan hal dasar dalam mengenal suatu masalah kesehatan. Tujuan studi kasus ini yaitu menggambarkan asuhan keperawatan pada klien gout arthritis dengan defisit pengetahuan di Desa Beraban Provinsi Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pada penelitian ini subjek yang digunakan 1 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik. Instrument yang digunakan adalah format pengkajian, alat kesehatan, dan alat tulis. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan keluhan utama klien adalah bingung dan tidak mengetahui penyebab penyakit yang dideritanya. Diagnosa keperawatan yang diangkat oleh penulis adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Intervensi yang disusun sebanyak 8 intervensi sesuai dengan buku standar intervensi keperawatan Indonesia. Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan hasil evaluasi masalah defisit pengetahuan teratasi ditandai dengan klien mengatakan sudah paham dengan penyakit gout arthritis dengan tingkat pengetahuan >56% menggunakan teknik edukasi kesehatan. Penulis berharap peneliti lain dapat menggunakan teknik edukasi kesehatan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan klien gout arthritis. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan pada klien gout arthritis dengan masalah defisit pengetahuan yaitu masalah sudah teratasi dan berhasil.
PENERAPAN TERAPI DIVERSIONAL UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PADA LANSIA
admin;
Nova Natalia Beba;
Yulian Matongka;
Sabarulin Tarigan
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 1 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di usia lansia banyak penyakit yang bisa menyerang salah satunya adalah hipertensi. Kasus tersebut terjadi pada tiga per empat lanjut usia (65 tahun keatas), sebab dimasa tua tubuh tidak lagi produktif dan mengalami kemunduran fisiologis sehingga mudah terserang penyakit. Salah satu efek dari hipertensi ialah memiliki tekanan darah yang tinggi sehingga bisa menimbulkan kecemasan maka dari itu terapi Diversional diberikan sebagai salah satu pilihan terapi untuk menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan gambaran tentang asuhan keperawatan dengan pemberian terapi diversional untuk menurunkan kecemasan pada lansia Ny.K Di Desa Tananagaya Provinsi Sulawesi Tengah. Desain penelitian studi kasus deskriptif, responden 1 orang, pengumpulan data dengan cara wawancara dan observasi, instrument yang digunakan yaitu format pengkajian HARS. Analisa data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Intervensi yang diberikan yaitu implementasi terapi diversional. Kesimpulan evaluasi keperawatan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 9 kali pertemuan didapatkan hasil tingkat kecemasan mulai menurun. Diharapkan kiranya hasil studi kasus ini dapat bermanfaat kedepannya untuk masyarakat
IMPLEMENTASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA LANSIA DENGAN MASALAH GANGGUAN POLA TIDUR
freny rafika mbaloto;
Yandriatuti, Ida;
Kundimang, Rayhand Valdian;
admin
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik meningkat di atas kisarannormal yaitu sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Gangguan polatidur merupakan salah satu masalah pada penderita hipertensi, maka penatalaksanaanpenyakit ini berfokus pada upaya mengatasi gangguan polatidur. Relaksasi otot progresifadalah intervensi nonfarmakologi yang dapat dilakukan perawat secara mandiri dalammenurunkan gangguan pola tidur pada pasien hipertensi. Tujuan studi kasus inimenggambarkan asuhan keperawatan implementasi relaksasi otot progresif pada klienhipertensi dengan masalah gangguan pola tidur. Metode penelitian yang digunakanadalah deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek yang digunakan dalam penelitian inisebanyak satu responden. Metode pengumpulan data yang dilakukan wawancara,observasi dan pemeriksaan fisik. Instrument yang digunakan kuesioner Pittsburgh SleepQuality Index (PSQI), SOP relaksasi otot progresif, tensimeter, dan format pengkajianHasil pengkajian didapatkan klien dapat mengontrol tidurnya, klien mengatakan tidurlebih nyenyak, skor PSQI 6 masalah gangguan pola tidur teratasi. Diharapkanmasyarakat di Kelurahan Birobuli Selatan dapat menerapkan relaksasi otot progresifuntuk mengatasi gangguan pola tidur, juga diharapkan seluruh masyarakat lebihmemperhatikan kesehatannya.
UPAYA MENERAPKAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN MASALAH KETIDAK STABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI KABUPATEN POSO SULAWESI TENGAH
ESTELLE LILIAN MUA;
Meilin Anggreyni;
Gilda Natania Trixie Gae;
admin
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Meningkatnya kadar glukosa darah adalah tanda penyakit metabolikkronik yang dikenal sebagai diabetes melitus. Makan berlebihan dan gaya hidup yangtidak sehat dapat menyebabkan kadar glukosa darah tidak stabil. Untuk mempertahankankadar gula darah tetap normal, terapi nonfarmakologi seperti diet yang tepat dapatmemperlambat diabetes mellitus. Tujuan: Untuk Menggambaran asuhan keperawatanpenerapan diet dengan masalah ketidakstabilan glukosa darah pada penderita diabetesmellitus. Metode : Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus.Subyek penelitian sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Fokus studi kasuspenerapan diet terhadap penurunan kadar glukosa darah. Pengumpulan datamenggunakan format pengkajian dengan wawancara dan pemeriksaan fisik. Hasil:pengkajian yang didapatkan klien mudah lelah, sering merasa haus,sering buang air kecil,pusing dan pandangan kabur. Diberikan intervensi sesuai dengan SIKI dengan pemberiandiet 3J sesuai dengan jadwal, jumlah, jenis makan. Setelah dilakukan implementasiselama 7 hari maka didapatkan hasil penurunan kadar glukosa darah dari 211 mg/dlmenjadi 103 mg/dl. Kesimpulan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 7 harididapatkan hasil bahwa kadar glukosa darah dapat menurun dan masalah teratasi. Saran:Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembanganpenelitian dan teknologi baru di bidang keperawatan, khususnya pada pasien diabetes
PENERAPAN TERAPI HIPNOTIS LIMA JARI UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DESA AMPERA SULAWESI TENGAH: STUDI KASUS
Ni Luh Emilia;
Elsadai Tantanasa;
admin
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan dapat diakibatkan oleh penyakit hipertensi akibat gangguan pada pembuluhdarah sehingga suplai oksigen dalam darah menjadi terhambat sampai pada jaringantubuh yang membutuhkan. Untuk mengurangi tingkat kecemasan akibat hipertensi yangdialami klien dapat dilakukan terapi hipnotis lima jari. Tujuan studi kasus ini adalah untukmengetahui pengaruh penerapan terapi hipnosis lima jari dalam menurunkan tingkatkecemasan pada lansia hieprtensi. Metode studi kasus deskriptif dengan 1 responden,pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan instrumenyang digunakan adalahn pengukuran skala GAS (Geriatric Anxiety Scale). Intervensiterapi Hipnotis lima jari dilakukan selama 5 hari berturut turut dalam waktu 10 – 15 menit.Hasil dari penerapan terapi Hipnotis lima jari pada Ny.A terdapat penurunan skalakecemasan yang awalnyanya skala 34 (kecemasan sedang) dan setelah dilakukan terapihipnotis lima jari tingkat kecemasan menurun menjadi 15 (kecemasan ringan). Klienmengatakan merasa lebih rileks serta lebih merasa tenang. Kesimpulan dari studi kasusini adalah penerapan terapi hipnotis lima jari efektif mrnurunkan kecemasan pada lansiadengan hipertensi. Diharapkan asuhan keperawatan dengan penerapan implementasiterapi hipnotis lima jari dapat diterapkan dalam kegiatan asuhan keperawatan.
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN PENERAPAN PROSEDUR HYDROTERAPHY PADA PASIEN GANGGUAN POLA TIDUR DI DESA TORUE PROVINSI SULAWESI TENGAH
Gustini;
Janice Sepang;
Debiana Fransiska Dewi;
admin
JURNAL KESEHATAN DAN TEKNOLOGI Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Dan Teknologi
Publisher : STIKes Bala Keselamatan Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Gangguan Pola Tidur merupakan kondisi di mana seseorang mengalamikesulitan dalam memulai dan mempertahankan tidur yang memadai baik dari segi kualitasmaupun kuantitas. Hal ini menyebabkan kebutuhan tidur tidak terpenuhi secara memadai.Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan implementasi asuhan keperawatanmenggunakan Hydroterapi untuk meningkatkan kualitas tidur pada lansia di Desa Torue, ProvinsiSulawesi Tengah. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan studikasus yang mencakup studi literatur, pengumpulan data melalui pendekatan proses asuhankeperawatan, dengan menggunakan instrumen PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan SPO(Sleep Pattern Observation) Hydroterapi. Hasil : dari asuhan keperawatan selama 4 hari padapasien insomnia dengan gangguan pola tidur menunjukkan penurunan gangguan pola tidur,meskipun masalah tersebut belum sepenuhnya teratasi. Diinginkan agar klien dapat berkolaborasidalam melanjutkan proses asuhan keperawatan secara mandiri. Kesimpulan dari studi kasus iniadalah penerapan Hydroterapi dalam penanganan gangguan pola tidur di Desa Torue, ProvinsiSulawesi Tengah, telah dilakukan selama 4 kali pertemuan dalam waktu 7 hari, yangmenghasilkan penurunan masalah insomnia. Saran: diharapkan agar Hydroterapi dapatditerapkan kembali oleh peneliti selanjutnya dengan memperhatikan faktor waktu, konsistensi,dan keterlibatan keluarga untuk memberikan dukung