AbstrakKorupsi dalam berbagai tingkatan masih saja terjadi seolah-olah telah menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara kita, sedangkan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan belum menunjukan hasil yang optimal. Metode yang digunakan adalah sosialisasi tentang penanaman nilai-nilai anti korupsi. Ada tiga model penyelenggaraan pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi yang dapat dilakukan di dalam sistem pendidikan yaitu, model diluar pembelajaran melalui kegiatan ekstrakurikuler dan model pembudayaan, pembiasaaan nilai dalam seluruh aktivitas. Oleh karena itu, dengan adanya pendidikan anti korupsi dapat menumbuhkan kesadaran, pemahaman dan gerakan di kalangan individu, peserta didik atau anggota masyarakat untuk tidak mentolerir tindakan korupsi dalam bentuk apapun. AbstractCorruption at various levels still occurs as if it has become part of the life of our nation and state, while the efforts to eradicate corruption have not shown optimal results. The method used is the dissemination of anti-corruption values. There are three models of providing education to instill anti-corruption values that can be carried out in the education system, namely, models outside of learning through extracurricular activities and models of civilizing, habituation of values in all activities. Therefore, anti-corruption education can foster awareness, understanding and movement among individuals, students or community members not to tolerate acts of corruption in any form.
Copyrights © 2023