Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola kalimat transitif pada dua ragam bahasa isyarat di Jakarta dan Yogyakarta. Terdapat 228 kalimat transitif sederhana yang diperoleh dari hasil elistitasi terhadap 10 pengguna bahasa isyarat Indonesia yang berasal dari kedua wilayah tersebut. Hasil analisis terhadap pola kalimat transitif reversibel (subjek dan objek dapat dipertukarkan) dan nonreversible (subjek dan objek tidak dapat dipertukarkan) menunjukkan bahwa bahasa isyarat ragam Jakarta cenderung berpola SPO untuk kalimat reversibel, sementara pola SOP cenderung digunakan di bahasa isyarat ragam Yogyakarta. Untuk kalimat nonreversibel, bahasa isyarat ragam Jakarta memiliki pola urutan kata yang lebih fleksibel, sementara bahasa isyarat ragam Yogyakarta tetap cenderung mengggunakan pola SOP. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua ragam isyarat tersebut memiliki perbedaan pola kalimat yang cukup signifikan.
Copyrights © 2023