AbstrakPesantren merupakan salah satu jenis lembaga pendidikan Islâm tradisional di Indonesia yang dijadikan asset pendidikan genuine bangsa Indonesia yang mampu bertahan hidup ditengah-tengah modernitas yang mempunyai sub kultur yang unik dan khas. Salah satu keunikannya adalah indepensinya yang kuat sehingga menjadikan pesantren itu dapat menjadi salah satu contoh self governing school atau autonomous school di mana kyai dengan leluasa mengekspresikan ide-idenya dalam menjalankan semua aktifitas pesantren dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan santri.Kendati sementara ini masih ada kelompok kyai yang bersikap pasif terhadap eksistensi dan praktik perbankan syariah, namun bersamaan dengan itu pula ternyata masih banyak komunitas kyai yang mau menerima kehadirannya selama praktik perbankan itu benar-benar sesuai dengan koridor syariah. Penelitian ini ingin melihat dan memaparkan bagaimana perspektif pengasuh pesantren terhadap pemahaman bank syariah di kota Cirebon. Dan ternyata dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi pengasuh pesantren terhadap keberadaan bank syariah khususnya dalam hal produk, prinsip dan operasional berpandangan yang berbeda-beda. Bahkan ada yang menganggap bahwa bank syariah masih sama dengan bank konvensional. Kata kunci : Pesantren, Perbankan syariah, Pandangan kyai, prinsip Syariah
Copyrights © 2014