Konsumsi buah segar telah meningkat sejak tahun 1998 setelah krisis monter, sering dengan kenaikan import buah segar. Penelitian ini hanya terbatas untuk mengidnetifikasi tiga jenis buah impor utama seperti buah jeruk, apel dan pir dari tiga negara pengekpor seperti Cina, Amerika Serikat dan Australia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis market share sebelum dan setelah krisis moneter Asia dan untuk mengidnetifikasi hubungan antara pendapatan dan jumlah permintaan impor dalam mengubah pola konsumsi konsumen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sebelum krisis moneter, market share untuk buah segar selektif terdistribusi merata tetapi setelah krisis moneter, negara Cina menjadi negara pengimpor utama untuk buah jeruk, apel dan pir sebesar lebih dari 50 persen dari keseluruhan total impor. Hubungan antara pendapatan dan permintaan dari buah segar selektif ini adalah positif, dimana pendapatan per kapita berkontibusi secara positif untuk permintaan impor buah segar ini.
Copyrights © 2015