ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ragam hias yang terdapat pada pakaian pengantin Pidie dan mengetahui modifikasi ragam hias pada pakaian pengantin Pidie. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi serta kajian kepustakaan. Subjek Peneltian terdiri dari tokoh adat (Ketua Majlis Adat Kabupaten Pidie) pemilik Usaha Rias Pengantin dan perajin pakaian pengantin Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentuk motif dasar pada busana pengantin Pidie adalah buleun (bulan), aneuk timon (biji timun), motif peudueng (pedang) dan motif uke kleung (motif kuku elang). Dari susunan motif tersebut terciptalah motif-motif bunga seperti bungong seulanga (bunga selanga), bungong keupula (bunga kantil) dan lain-lain. Ragam hias pada pakaian adat Aceh Pidie telah mengalami perubahan seiring pergantian waktu. Modifikasi pada ragam hias Pidie seperti ragam hias motif yang telah bervariasi dengan motif Aceh Barat diantaranya awan sion, pucok reubong, taloe meuputa. Penempatan motif hias yang dulunya hanya sedikit karena akan tertutupi dengan asesoris, saat ini motif tersebar hampir memenuhi seluruh bagian busana seperti bagian dada, bahu, ujung lengan dan kaki. Modifikasi busana pengantin juga terdapat pada warna, bahan yang lebih berfariasi dan model busana. Modifikasi dapat dilakukan sejauh tidak menghilangkan ciri khas busana pengantin daerah tersebut.Kata Kunci: Ragam Hias, Pakaian Pengantin Pidie.ABSTRACTThe aims of this study were to identify the types of decoration found on the Pidie wedding clothes and to find out the modifications of decoration on Pidie wedding clother. The reasearch uses a qualitative approarch and coleecting data through interview, observating and literatur review. The research subjects consisted of tradidional leaders (Head of the Traditional Majlis of Pidie), the owner of a bridal makeup businis, and a Pidie wedding dress maker. The results showed that the bassic motifs on the Pidie wedding dress were buleun (moon), aneuk timon (cucumber seeds), peudeung (sword) and uke kleung (eagle hoof motifs). From this arrangement of motifs, flower motif are created, such as bungong seulanga (seulanga flower), bungong keupula (kantil flower) and othesr. The decoration on the Pidie traditional clothes has changed ower time. The modification to Pidie docorations such as decorative motifs that have varied with West Aceh motif, include awan sion, pucok rebong, talo meuputa. Previously, there were only a few decorative motifs placed because they wouid be covered with assessories. Now the ccattered motifs fill almost all parts of the garmen, such as the chest, shoulders, cuffs and legs. Modification to wedding dresses are also found in colors, materials that are more varied and fashion models. Modifications can be made as long as it does not eliminate the characteristics of the regional wedding dress.Keywords: Ornamental Variety, Pidie Wedding Dress
Copyrights © 2022