Desa Berastagi memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, dan masyarakatnya terdiri dari mayoritas petani dan didukung oleh BUMD. Namun, desa ini masih menerapkan pertanian konvensional dan belum menerapkan teknologi seperti IOT untuk meningkatkan produksi hasil pertanian dan ketersediaan pangan lokal untuk menggantikan komoditas pangan impor dengan usaha pertanian cerdas atau smart farming 4.0. Dalam penelitian ini, target yang diharapkan dari M&A adalah untuk menghasilkan lebih banyak hasil pertanian lokal Melalui penggunaan teknologi modern, kualitas dan kuantitas hasil panen ditingkatkan. Selain itu, teknologi ini dapat mengubah pertanian, menghasilkan sistem pertanian pintar. Pertanian cerdas menggabungkan kekuatan perangkat Internet of Things (IoT), sensor, analisis data, dan pembelajaran mesin. Selanjutnya, penulis menganalisis algoritma pembelajaran yang diawasi dengan K-Nearest neighbor digunakan dalam layanan web karena mengungguli algoritma lainnya dengan akurasi 94% dan AUC Score 0,90
Copyrights © 2024