Journal of Midwifery and Health Science of Sultan Agung
Vol. 1 No. 1 (2022): JMHSA

Perbandingan Pemberian Mesenchymal Stem Cell Hipoksia dan Normoksia Terhadap Ekspresi IL-10 pada Tikus Model Luka Eksisi

Olifiarsy Wiet Ramadhanti (Program Studi Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Indonesia)
Agung Putra (Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Indonesia)
Nur Anna Chalimah Sadyah (Departmen Magister Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Indonesia)
Prasetyowati (Departmen Magister Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Indonesia)
Nurul Hidayah (Magister Biotechnology Universitas Gadjah Mada, Stem Cell and Cancer Research (SCCR))
Ardi Prasetyo (Stem Cell and Cancer Research (SCCR), Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Dec 2021

Abstract

Latar Belakang: Proses penyembuhan luka eksisi melibatkan rangkaian respons seluler yang kompleks untuk membalikkan pembentukan integritas jaringan kulit. Proses ini membutuhkan komunikasi parakrin yang melibatkan sitokin-sitokin antiinflamasi, terutama interleukin 10 (IL-10). Di sisi lain, sel punca mesenkimal prekondisi hipoksia (H-MSCs) dipercaya mampu meningkatkan sekresi IL-10 berkontribusi pada percepatan penyembuhan luka dibandingkan dengan sel punca mesenkimal prekondisi normoksia (N-MSCs). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan H-MSCs dan N-MSCs dalam meregulasi ekspresi serial IL-10 yang terkait dengan peningkatan kepadatan kolagen pada model hewan luka eksisi. Metode: Tiga puluh enam tikus Wistar jantan dengan luka eksisi dibuat sebagai model hewan dengan metode biopsi 6 mm. Hewan secara acak dibagi menjadi empat kelompok yang terdiri dari empat kelompok perlakuan: N-MSCs 1x106, H-MSCs 1x106, Kontrol (perlakuan PBS) dan Sham (tikus sehat yang tidak diobati). Pemberian perlakuan dilakukan 2 kali secara intra peritonial pada hari ke 0. Jaringan kulit dikoleksi pada hari ke 3, 6 dan 9 pasca injeksi. Ekspresi IL-10 diperiksa dengan qPCR. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan IL-10 yang signifikan pada hari ke 3 dan 6 setelah perlakuan H-MSCs dan menurun pada hari ke-9 dibandingkan dengan perlakuan N-MSCs. Kesimpulan: H-MSCs dapat memperbaiki ekspresi serial IL-10 yang mengarah pada perbaikan luka model tikus luka eksisi dibandinglkan dengan N-MSCs.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jmhsa

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

This journal accepts and publishes academic articles focusing on theory, methods, and applications in Midwifery Maternal Newborn Child and Adolescent Health Womens health Reproductive health Nursing Public ...