Paper ini adalah refleksi intelektual tentang Muhammadiyah dan kaitannya dengan agenda gerakan untuk Indonesia yang beradab. Tujuan utama dari pewacanaan masalah ini, sebagai upaya membangun gagasan alternatif untuk menjawab pelbagai fenomena krisis kemanusiaan yang telah menjangkiti bangsa ini. Tulisan yang terinspirasi dari buah permenungan artistik seorang cendekiawan, sastrawan dan tokoh bangsa terkemuka, HAMKA, membawa kepada suatu gagasan brilian yang menegaskan bahwa Muhammadiyah harus menjadi pelopor gerakan pemikiran inklusif. Dengan demikian, birokratisme yang kerap menjadi masalah bagi setiap institusi sosial keagamaan yang sudah mapan, tidak menjadi halangan untuk menebarkan nilai-nilai kebajikan universal tersebut.
Copyrights © 2016