Mauriduna : Journal of Islamic studies
Vol 5 No 2 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, November 2024

Metode Tarjih Ibnu Jarir Al-Thabari dalam Tafsir: Analisis Metodologis

Mamonto, Irwandi (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2024

Abstract

Penelitian ini mengkaji metodologi tarjih yang dikembangkan oleh Ibnu Jarir Al-Thabari (224-310 H/839-923 M) dalam karya tafsirnya, Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis konten, penelitian ini mengungkap bahwa metode tarjih Al-Thabari bersifat komprehensif dan sistematis, yang mencakup tiga dimensi utama: linguistik, historis-transmisional, dan rasional-kontekstual. Dalam dimensi linguistik, Al-Thabari menerapkan analisis mendalam terhadap aspek gramatikal, morfologis, stilistika, dan semantik. Pada dimensi historis-transmisional, ia mengembangkan sistem kriteria ketat dalam menilai kualitas sanad dan matan riwayat. Sementara dalam dimensi rasional-kontekstual, Al-Thabari memberikan ruang bagi pertimbangan akal dan konteks dalam mengevaluasi berbagai interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Al-Thabari tidak hanya relevan untuk kajian tafsir klasik, tetapi juga menawarkan kerangka acuan yang berharga dalam menghadapi tantangan penafsiran kontemporer, terutama dalam menyikapi pluralitas interpretasi Al-Qur'an secara akademis dan bertanggung jawab. This research examines the tarjih (preference) methodology developed by Ibn Jarir Al-Tabari (224-310 H/839-923 CE) in his exegetical work, Jami' al-Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an. Using a qualitative approach and content analysis, this research reveals that Al-Tabari's tarjih method is comprehensive and systematic, encompassing three main dimensions: linguistic, historical-transmissional, and rational-contextual. In the linguistic dimension, Al-Tabari applies an in-depth analysis of grammatical, morphological, stylistic, and semantic aspects. In the historical-transmissional dimension, he developed strict criteria for evaluating the quality of chain of transmission (sanad) and content (matn) of narrations. While in the rational-contextual dimension, Al-Tabari provides space for rational consideration and context in evaluating various interpretations. The findings show that Al-Tabari's methodology is not only relevant for classical exegetical studies but also offers a valuable frame of reference in addressing contemporary interpretative challenges, particularly in dealing with the plurality of Qur'anic interpretations in an academic and responsible manner

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

mauriduna

Publisher

Subject

Religion Education Other

Description

Mauriduna merupakan Jurnal Kajian Islam yang terbit dua kali dalam setahun, publikasi ilmiah ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Bahasa Arab Ar-Raayah (STIBA) Sukabumi. Jurnal ini berfokus pada kajian Islam, berupa Hasil Penelitian, Ide, ...