Pentingnya mengetahui strategi pengembangan pariwisata dalam meningkatkan pendapatan food tourism di pantai pinagut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Yaitu suatu pendekatan yang digunakan untuk pengumpulan data, termasuk observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner, dan investigasi perbandingan objek. Yaitu dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) atau Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman. Hasil penelitian dari diagram analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi kuadran I yang sangat menguntungkan,, dimana pada titik tersebut merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Karena food tourism dapat memanfaatkan kekuatannya untuk meraih peluang yang ada saat ini karena memiliki peluang dan kekuatan. Matriks IFAS menunjukkan bahwa kondisi internal memiliki kekuatan untuk mengatasi kelemahan, yang dibuktikan dengan total skor 2,31 ? 0,77. Matriks EFAS secara keseluruhan sebesar 2,03 ? 0,72. Adapun strategi jangka pendek yang dapat diimplemetasikan adalah mengembangkan produk lokal agar mempunyai ciri khas lokal, Melakukan promosi digital agar cakupan lebih luas, Pemerintah daerah mengajak pihak swasta dalam melakukan pengembangan Memberikan Pelatihan digital pemasaran. Strategi jangka panjang yang dapat diterapkan adalah Pemerintah harus fokus meningkatkan faktor elemen fasilitas, Membangun Tanggul di sekitar pantai agar lebih aman dari bencana alam.
Copyrights © 2024