Mahasiswa dituntut untuk mempunyai kesiapan kerja yang optimal. Namun, banyak mahasiswa hanya mengandalkan faktor keberuntungan dan hubungan kekerabatan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap dampak dari keaktifan berorganisasi dan efikasi diri terhadap kesiapan kerja mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian sebanyak 45 mahasiswa yang aktif berorganisasi dari Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman Angkatan 2021 dan 2022. Pengumpulan data menggunakan skala kesiapan kerja, skala keaktifan berorganisasi, dan skala efikasi diri dengan teknik analisis regresi linier berganda. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Keaktifan berorganisasi dan efikasi diri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja dengan nilai F hitung = 38.286 > F tabel = 3.23 dan nilai p = 0.000 serta kontribusi pengaruh (R2) = 64.4%; (2) Keaktifan berorganisasi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja dengan koefisien beta (?) = 0.584, t hitung = 3.940, dan nilai p = 0.000; (3) Efikasi diri tidak berpengaruh terhadap kesiapan kerja dengan koefisien beta (?) = 0.259, t hitung = 1.747, dan nilai p = 0.088. Temuan ini menyoroti untuk tidak hanya berfokus pada bidang akademik, tetapi juga pada pengalaman melalui keaktifan berorganisasi dan efikasi diri mahasiswa dalam mengoptimalkan kesiapan kerjanya.
Copyrights © 2024