Etnis Tionghoa di Indonesia memiliki sejarah panjang diskriminasi, terutama pada masa Orde Baru. Meski era reformasi membawa kebebasan berekspresi, tantangan dalam mengkomunikasikan identitas etnis masih terjadi, khususnya di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman generasi muda etnis Tionghoa dalam mengkomunikasikan identitas mereka di media sosial. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 3 informan berusia 20-35 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan signifikan sebagai platform bagi generasi muda etnis Tionghoa untuk mengekspresikan dan menegosiasikan identitas ganda mereka. Mereka menggunakan berbagai strategi untuk menampilkan perpaduan unik antara identitas Tionghoa dan Indonesia. Media sosial juga berkontribusi dalam mentransformasi persepsi mereka terhadap identitas sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, dan memfasilitasi koneksi yang lebih kuat dengan akar budaya Tionghoa. Meskipun tantangan masih ada, media sosial tetap menjadi alat berharga dalam membentuk identitas Tionghoa-Indonesia.
Copyrights © 2024