Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kesepian dan kesejahteraan subjektif pada pengguna media sosial dewasa awal di Indonesia, serta peran mediasi dukungan sosial online dan efikasi diri dalam hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif yang melibatkan 411 responden dewasa awal yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan instrumen UCLA Loneliness Scale, Skala Kesejahteraan Subjektif Indonesia, Skala Dukungan Sosial, dan Skala Efikasi Diri. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variabel kesepian memiliki hubungan terhadap subjective well-being (0.641>0.089), namun variabel kesepian tidak berpengaruh terhadap subjective well-being (0.961<0.001), oleh karena itu diperlukan peran efikasi diri dan dukungan sosial online sebagai mediator. Efikasi diri dan dukungan sosial memiliki tingkat pengaruh yang signifikan sebagai mediator kesepian dan kesejahteraan subjektif. Dukungan sosial online memiliki angka yang signifikan melalui uji Hayes Process Macro sebesar 0.242, dan efikasi diri sebesar 0.367, kedua variabel ini memiliki nilai yang berbeda namun tetap signifikan sebagai mediator antara variabel kesepian dan kesejahteraan subjektif. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel efikasi diri lebih efektif sebagai mediator bagi individu yang kesepian untuk mencapai kesejahteraan subjektif. Tingkat efikasi diri yang tinggi dapat mengurangi dampak negatif kesepian terhadap kesejahteraan subjektif, namun temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial dapat menjadi mediator bagi individu yang kesepian untuk mencapai kesejahteraan subjektif melalui platform media sosial.
Copyrights © 2024