Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat baca masyarakat di Perpustakaan Soeman HS, Provinsi Riau, serta tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan minat baca tersebut. Latar belakang penelitian ini mencakup pentingnya membaca sebagai sarana memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, serta peran perpustakaan dalam membentuk kebiasaan membaca. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teori yang diterapkan adalah teori minat baca dari Sudarsana dan Bastiano, dengan indikator utama meliputi kesenangan membaca, kesadaran akan manfaat membaca, frekuensi membaca, dan kuantitas bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti aksesibilitas fisik, ketersediaan koleksi beragam, layanan online, program literasi, dan ruang baca yang nyaman berkontribusi signifikan terhadap peningkatan minat baca masyarakat. Namun, tantangan seperti aksesibilitas terbatas dan perlunya pembaruan koleksi buku masih perlu diatasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Copyrights © 2025