menandakan jauhnya nasionalisme yang ditanamkan kepada siswa dikarenakan PKN sebagai normalitas pembelajaran. Hal ini membuat rasa nasionalisme berkurang karena siswa tidak mampu merasakan secara langsung dan pembelajaran PKN di sekolah Dasar hanya dianggap sebagai mata pelajaran sikap budipekerti yang harus dipelajari. Pendidikan pancasila yang diajarkan dalam pembelajaran PKN lebih tampak sebagai pembelajaran moral sebagai warga yang baik, dengan sedikit mengangkat rasa nasionalisme. Terlebih di Madrasah Ibtidaiyyah PKN melebur dengan pembelajaran Agama Islam, sehingga menciptakan pendidikan moral siswa terbentuk karena Agama, bukan karena nilai yang terkandung dalam pembelajaran PKN. Nilai moral pembelajaran PKN di Madrasah Ibtidaiyyah perlu pendekatan yang mampu diterima dan diterapkan guna pembelajaran nilai nilai Pancasila dan pengamalannya selaras dan tidak kalah dengan pentingnya nilai nilai beragama. Pemahaman Pancasila Perspektif tokoh Agama perlu dimunculkan sebagai langkah penguatan bahwa nilai nilai Pancasila diyakini sebagai nilai dasar berwarga negara. Tokoh besar Islam yang kental dengan Pancasila adalah KH. Hasyim Asy’ari yang ikut serta dalam mentashih Pancasila sebelum dirumuskan, serta tokoh besar resolusi Jihad Islam masa penjajahan. Penelitian Penerapan Pembelajaran PKN dimana pembahasan nilai nilai Pancasila di MI perlu dijelaskan juga dikelas menurut perspektif KH.Hasyim Asy’ari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode literatur review dengan google schoolar sebagai database. Berdasarkan literatur review yang telah dilakukan, dapat disimpulkan dengan hasil bahwa siswa MI menerima Pancasila sebagai pedoman hidup yang selaras dengan aturan agama Islam. Serta telah diperjuangkan dan dibenarkan oleh KH.Hasyim Asy’ari sebagai tokoh Nahdlatul Ulama.
Copyrights © 2024