Produksi tebu yang masih rendah mendorong pemulia tanaman untuk merakit varietas tebu baru. Di P3GI terdapat benih tebu hasil persilangan dari tahun 1996-2016 hasil persilangan, diantaranya yaitu dari tahun 2011-2015 yang merupakan benih hasil persilangan intragenerik, dan intergenerik. Dari semua benih hasil kombinasi persilangan tersebut yang telah disimpan selama bertahun-tahun memiliki viabilitas yang berbeda. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi viabilitas benih adalah umur benih. Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 Perlakuandan 4 ulangan. Benih tebu yang digunakan pada setiap ulangan adalah 100 Benih. Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu daya berkecambah kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis ragam atau uji F, lalu dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf α = 5 %. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukan perbedaan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap semua tolok ukur viabilitas benih. Berdasar pada uji lanjut BNJ diketahui bahwa perlakuan yang menunjukkan nilai terbaik pada semua tolok ukur viabilitas benih adalah P6.
Copyrights © 2019