Buku yang berbasis digital dapat menunjang proses pembelajaran untuk mengurangi tingkat abstraksi materi. Penggunaan buku saku hardcopy menyebabkan terjadinya abstraksi dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena buku saku Al-ma’tsurat rentan untuk sobek dan hilang. Dengan media pembelajaran baru, dapat membantu adik-adik SMP IT Assalaam Fakfak untuk lebih mudah belajar hadist di rumah tanpa harus meminjam buku, karena membaca dan mendengarkan lebih mudah jika dilakukan di smartphone yang bisa dibawa kemana saja, kapan saja. Selain itu, juga mempermudah orang tua untuk bisa melihat perkembangan hafalan anak tersebut. pada kegiatan PKM ini, tim telah melakukan beberapa capaian yaitu: 1) membuat buku saku Al-ma’tsurat berbasis digital. Dalam implementasinya, buku saku tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. 2) melakukan pertemuan bersama wakil kepala sekolah bagian kurikulum untuk memberikan masukan terkait tulisan atau harakat yang salah dari aplikasi yang telah dikembangkan. 3) Setelah pembuatan Al-ma’tsurat berbasis digital, guru dilatih untuk mengoperasikan media tersebut. Setelah dilatih, semua guru dibiasaan untuk menggunakan media tersebut dalam pembelajaran. 4) setelah itu, tim PKM melatih siswa dalam menggunakan aplikasi tersebut. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini berupa aplikasi Al-ma’tsurat berbasis digital. Selain itu, guru dan siswa dilatih menggunakan aplikasi tersebut agar mampu memonitor progress hafalan masing-masing siswa.
Copyrights © 2024