Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: (1) pengaruh peran kepala sekolah terhadap kinerja guru, (2) pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru, (3) pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja guru, dan (4) pengaruh peran kepala sekolah, motivasi kerja dan iklim organisasi secara simultan terhadap kinerja guru. Populasi 362 orang, sampel sebanyak 190 orang guru. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas. Uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, uji F (ANOVA) dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Peran kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru. Hal ini berdasar hasil Uji t positif, terbukti hasil t1 hitung 3,981 < t tabel 1,972; (2) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru. Hal ini berdasar hasil Uji T positif, terbukti hasil t2 hitung 4,406 > t tabel 1,972; (3) Peran iklim organisasi sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru. Hal ini berdasar hasil Uji T positif, terbukti hasil t3 hitung -4,473 > t tabel 1,972, (4) Pengaruh peran kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru. Hal ini berdasar hasil Uji F positif, terbukti nilai Fhitung > Ftabel (11,500 > 2,65). Saran yang diajukan peneliti adalah: (1) Dinas pendidikan perlu meningkatkan peran kepala sekolah dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah terprogram dan terencana untuk pengembangan kompetensi dan perannya sebagai kepala sekolah yang profesional. (2) Bagi kepala sekolah, agar meningkatkan perannya sebagai supervisor dan administrator untuk kemajuan sekolah.
Copyrights © 2024